OH
TERNYATA .
oleh : yulita ayu cahyawulan
Kuatkan
aku Tuhan kuatkan.....
Menunggu
hasil dari laboraturium tentang kesehatanku, bahasa tubuh orang tuaku gelisah,
Orang
tuaku cemas akhir-akhir ini, aku pusing disertai muntah dan parahnya lagi aku
merasa pandanganku buram padahal aku belum pernah kaya gini, apa karena lelah
menjadi panitia event di sekolah
‘’kringg...kringg...kringg.. ‘ ris cepet dateng ke sekolah ada masalah nih
cepet ya...’ ‘’ sms dari rita. Dalam
hati bergumnyang‘’Aduh ada pa ya? kemarin kan gak kenapa-kenapa, ada yang aneh
ni, pasti rasti mau ngerjain aku, gak tau apa aku lagi sakit. Tapi kalo beneran
ada masalah gimana? Okelah aku ke sekolahan. ‘’ mah.. Pah aku ke sekolahan
sebentar ya ada masalah tentang event ulang tahun sekolah, sebentar aja kok, boleh
yaa!!’’ tapi nak ini kan hasilnya belum keluar! Kamu gak mau nunggu dulu
hasilnya ? nunggu dulu aja sebentar ya’’ tapi mah....’’ dengan cepat ayahku
mengijinkanku pergi asal diantar sama pak Ujang ‘’bolehkan saja ma kan Cuma
sebentar’’ aku menjawab penuh semangat ‘’sip, thanks ya dady’’
dalam
perjalanan aku memikiran masalah yang terjadi di program kerja di sekolah di
sisi lain aku memikirkan hasil lamboraturiumku. ‘’ non Rasti kenapa ? kok dari
tadi ngelamun? Mikirin hasilnya ya?’’ aku hanya membalas dengan senyuman.
Sampainya di sekolah aku dikejutkan dengan pertengaran Damar dengan Axel, ‘’
eh..eh.. jangan berantem dong kalo punya masalah diselesaikan secara baik-baik
gak kaya anak kecil kaya gini, Damar membentaku’’ udah gak sok jadi pahlawan
kamu, event kita berantakan, semua sponsor batalin kerja sama kita, dan
pekerjaanmu untuk membuat konsep hiburan berantakan, semuanya payah!’’
Aku hanya
bisa menangis, seandainya saja konsep itu tidak hilang pasti pekerjaanku sudah
kelar. Tiba-tiba dari belakang Randi muncul, seseorang yang aku sukai membawa
selembar konsepku yang hilang. ‘’kamu pasti nyariin kertas ini kan?’’ ,’’iya, kenapa
kertas itu bisa di tangganmu?’’. Randi hanya membalas dengan senyuman. Akhirnya
konsep itu aku berikan ke Damar selaku ketua event ini.
‘’dokter
bagaimana hasilnya, apa ada masalah dengan kesehatan anak saya?’’. (mendesah)
‘’langsung saja, anak bapak ibu menyidap kanker otak stetadium 3 dan itu sudah
sangat berbahaya. ‘’ya Allah.........
mamaku tidak kuasa menahan tangisanya mendengar hasil laboraturiumku. ‘’tolong
ya pak bu rahasiakan penyakitnya ini ke anak bapak dan ibu, terkadang anak seumuran
Rasty tidak bisa menerima keadaanya.’’
Matahari
sudah memuncak dan waktu menunjukan pukul 06.39.’’ mah pah aku langsung
berangkat ya, assalamuallaikum ‘’ , ‘’kebiasaan anak itu’’rasty bergegas
berangkat ke sekolah karena ada ulangan kimia. Sesampainya di sekolah ‘’ rasty
sayang akhirnya datang juga aku khawatir tahu kalo kamu gak masuk siapa nanti
yang nyontekin aku kimia heheh , dasar kamu tu ta’’ mereka melepas tertawa
bersama sambil berjalan menuju kelas mereka ‘’hahahah best friend forever ‘’
Saat
berlangsungnya ulangan kimia tiba-tiba kepalaku pusing sekali dan rasanya aku
ingin pingsan agar aku tidak merasakan rasa sakit di kepalaku. Saat aku membuka
mataaku sudah berbaring di UKS sekolah dan aku melihat sesosok pria yang tinggi
putih saat itu juga aku terkejut ternyata Randy menungguku dan tertidur pulas
didekatku, aku tidak berani membangunkanya aku hanya memandangi wajahnya yang
tidak setiap saat aku bisa melihat wajahnya yang manis itu.
‘’teettt...teeett...teeeeetttt.....’’ ternyata bel sekolah sudah berbunyi untuk
pulang. Randi pun terbagun mendengar bel sekolah, ‘’ kamu sudah sadar ? udah
baikan?’’ aku merasa terbang saat di Randy memperhatikan kondisiku dan tanganya
tak lepas juga dari gengamanku. ‘’ oh ya.. kamu aku antar pulang sekarang ,
soalnya tadi aku dapet massanger dari Rita suruh nemenin kamu pulang.’’ Aku
hanya tersenyum dan menjawab’’ ya’’. sepanjang jalan aku dan Randy ngombrol
banyak tentang keluarga, hobbi,kesukaanya, bahkan pacar pun dibahas. Dan aku
baru tahu kalo cowok seganteng Randy itu pacaran baru satu kali dan pacaraanya
5 tahun sejak 6 SD hingga pacarnya meninggal akibat kanker otak, sungguh
beruntung sekali gadis itu memiliki Randy. Sampainya dirumah aku istirahat.
Malamnya aku tanpa sengaja mendengar percakapan orang tuaku yang sedang
membicarakan penyakit yang menyerang tubuhku, sungguh terpukulnya diriku
setelah mendengar semua pembicaraan itu. Semalaman aku tidak bisa tidur
memikirkan penyakitku mungkinkah aku akan mati dan akupun belum bisa menikmati
keremajaanku? Aku sungguh tidak menyukai situasi ini.
paginya
aku sudah tidak merasakan keindahan hari itu, aku merasa galau. Aku hanya bisa
menangis ‘’kenapa Tuhan beri cobaan kepadaku? Aku belum siap menerimanya’’.
Pagi itu aku tidak berangkat sekolah,aku hanya dikamar merenung dan merenung.
‘’ loh kok gak berangkat sekolah? Kenapa? , aku mau mati mah, aku udah gak
punya harapan lagi,, kenapa mama tega merasiakan penyakitku ini aku sungguh
kecewa sama mama dan papa.’’ . Rasty cukup, mama sayang sama kamu nak, tapi mah
aku mau mati dan aku sudah tidak ada gunaya lagi, tidak sayang Rasty akan tetep
menjadi anak mama yang tegar dan selalu semangat menyambut hari-harinya.’’ Aku
menagis dan terharu mendengar kata-kata mama, aku salah apabila aku menyalahkan
orangtuaku dan keadaanku. aku akan tersenyum seolah-olah aku tidak kenal
penyakitku itu. Hari-hari di sekolahan tenang-tenang saja dan mengasyikan
apalagi hari-hariku aku jalani bersama sahabatku yaitu Rita dan Randy, walaupun
sekarang Randy sahabatku aku sudah merasakan ada cinta yang tulus dari hatinya.
Perjalananku belum berhenti sampai disitu aku melakukan pengobatan agar
penyakitku sembuh, walau kata orang itu sudah mustahil dan tidak ada gunanya
lagi karena penyakit ini memasuki stadium 4.
Berbagai
penggobatan medis dan alternatif sudah aku jalani tapi belum menunjukan
tanda-tanda keberasilan. Tapi aku tetap possitive thinking tentang kesehatanku.
‘’ tokk..tokkkk.tokk’’, siapa ya? aku sayang..... Rita sama Randy, oh.. masuk
aja, kamu kenapa?’’ Rita yang menayakan keadaanku, ‘’baik kok, udah aku tuh gak
papa bener deh’’. ‘’ berer loh kita tuh khawatir denganmu , hahah beeener? Kalo
aku mati kalian ikut matikah?’’ Randy dan Rita langsung menjawab’’ apaan sih
kamu, kamu tu ngomong apa sih!’’ aku hanya tertawa.
Setelah
beberapa bulan aku lewati dengan penyakitku ini aku merasa aku mendapat
beberapa hikmah yang dapat aku ambil ‘’bahwa setiap penyakit itu cobaan dari
Tuhan untuk umatnya yang disayangi-Nya, mungkin awalnya aku tidak terima dengan
cobaan ini tapi setelah aku menyadari semuanya bahwa Tuhan tidak akan memberi
cobaan yang tidak bisa umatnya melewatinya. Sekarang sudah saatnya aku pergi
meninggalkan semuanya, aku sudah diambang pintu menuju rumah Tuhan. Semua
keluarga dan sahabatku berkumpul di depan ruang ICCU semua tinggal menunggu
waktu dan mendoakankuuntuk kesembuhanku setelah selesai pengankatan
jaringan-jaringan kanker otak di otaku. Walau kata dokter semua tinggal
menunggu jawaban dari Tuhan.
Pintu ICCu
telah dibuka sekarang giliran Rita dan Randy untuk melihat keadaanku walaupun
mataku tertutup tetapi aku bisa merasa kehadiran temanku dan keluargaku, Rita
tanpa sengaja meneteskan air matanya dan berkata ‘’kenapa kamu menutupi
semuanya kepadaku, kamu pernah bilang kalau salah satu dari kita punya masalah
alangkah baikanya cerita, tapi nyatanya kamu yang bohong sama kita Ras....tapi
bagaimanapun kamu sahabatku, aku sungguh tak menyangka akan terjadi hal yang
seperti ini, aku akan menjadi sahabatmu untuk selamanya sobat, bangunlah
Ras....’’. Randy hanya diam dan berkata ‘’aku sayang kepadamu, aku sangat
menyayangimu, tidur indah ya Rastiku sayang. Aku senang semua keluarga dan
temanku berkumpul dan mengelilingiku aku bisa tenang pergi, papa mama aku
sayang sama kalian aku i love u mom and dad. Semua orang menangisi kepergianku
ini, terutama mama dan papaku.
Beberapa
bulan kemudian, ‘’ assalamualaikum..., walaikumssalam.., eh tante... masuk
dulu!, tidak usah sayang tante mau ngasih surat dari Rasty, surat ? oh makasih
tante..., tante titip surat ini buat Randy ya soalnya tante gak tau rumah
Randy, iya tante, siap! Makasih ya tante langsung balik ya, ati-ati tante’’.
‘’Dear
Rita : pertama aku bertemu denganmu aku merasa kesal denganmu, tapi setelah
kamu menolongku aku merasa salah menilaimu, dan tahukah kamu bahwa aku
beruntung sekali memiliki seorang sahabat yang baik kepadaku. Aku tahu bahwa
Tuhan menggariskan hidupku sampia disini, walaupun kita sudah beda dunia maukah
kamu akan tetap setia menjadi sahabat sejatiku? Bila saatnya tiba kita akan
bertemu..... see you good bye.... (Rasty)’’ . Rita hanya
menagis dan memeluk suratku.
Paginya ‘’
Ran tunggu...., ada apa Rit ?, nih ada surat dari Rasty, Raasty.. yang bener
kamu!, suer baca aja deh!, iya makasih yaa, masuk kelas yuuk!’’.
Saat jam
istirahat Randy membaca suratku itu. ‘’Dear Randy: aku tak menyangka akan begini
jadinya, kamu pasti gak pernah ngrasain apa yang aku rasakan, aku sudah cukup
senang menjadi sahabatmu, maaf bila aku mempunyai rasa suka sama kamu. Kamu
masih inget gak? Waktu kamu membawakanku kertas konsep yang hilang itu aku
sungguh kagum denganmu, bila aku bisa memilih antara mati atau hidup pasti aku
sudah memilih mati, kamu tahu kenapa? Karena aku tahu bila aku hidup aku
tersiksa akan rasaku kepadamu karena aku tidak bisa memilikimu. Tuhan sudah
adil kok. Aku yakin suatu saat kita pasti dipertemukan. Rasty...:)’’. Rasty terimakasih semuanya, aku akan
selalu disampingmu walaupun kamu sudah di dunia yang berbeda.
Dan
akhirnya aku bisa pergi dengan tenang. Inilah jalanku dan inilah liku-liku
hidupku.