Sabtu, 26 Januari 2013

ketua

bagi-bagi pengalaman 


Nah tahun ini aku dapet proja guys, sebagai jabatan KK di osis 
Pembuaatan kalender 2013, ya walaupun itu gak wah tapi pengalaman yang waaah.
Menurut pengalamanku ada persiapkan yang ekstra *lebe* :


Siapkan konsep *wajib itu*

Setelah konsep matang konfirmasi ke guru pembina

Semua udah fix kita presentasi ke semua naggota osis

Nah kita juga harus punya chanel percetakan, di sini kita harus bisa nge-lobbi harga paling murah dan jangan lupa ada kesepakatan haraga + buat MOU sekalian kalo ada apa-apa kita bisa nuntut *negara hukum *

Setelah itu kita buat proposal dan ajukan ke atasan dan konsultasi harga kalender yang mau di jual

Semua setuju

Pepare dari sesi pemotretan anak-anak dan seluruh warga sekolah, semua sampai hari H

Rapat buat panitia dalam pembagian kalendernya. Rapat siapa yang mengampuh kalender di kelas X-XII setelah semuanya matang

Hari H nya kita beraksi 

Jangan lupa bilang ke tema-teman yang membagikan kalender data harus rapi dan jelas jangan PHP alias dicoret-coret 

Dan hal yang paling ditunggu adalah hitung duit :D

Semuanya terkumpul langsung memberesakn kekurangan di percetakan

Dan terakhir buat LPJ

Nah bisa buat tambah-tambah pengetahuan juga kan.

Rabu, 23 Januari 2013

candi Plaosan


Kali ini aku mau share candi yang ada di Klaten Jawa Tengah, yaitu candi Plaosan yang letaknya tidak begitu jauh dari candi Prambanan
Gak kalah kerenya dari candi-candi yang lain. Lingkunganya yang masih bersih dan melihat sunset di candi Plaosan amazing sekali. 
 nah foto pertama ini nampak ada dihalaman candi sangat luas sekali


 ini induk candi (kayaknya) soalnya ada di tengah-tengah gitu. waktu aku masuk kedalam rasanya dingin kaya di ruangan AC gitu. terus masuk dan suasanya heeeerrrr hening gelap, tapi candi ini masih untuk bersembayang (kayaknya) buktinya aku masuk baunya kemenyan gitu.
nah yang ini aku berada di kaya panggung terbuat dari batu, lumayan luas mungkin buat tempat penyembahan dewa. corak candi Plaosan itu campuran Budha dan Hindu.
yang paling mendominasi adalah Hindunya










kunjungi aja buat study sejarah, keren loh. tempatnya sedikit masuk ke pedesaan gitu, keren deh

belajar bahada jawa

Mengitung Taun Jawa

Nah aku mau berbagi ilmu, yang aku dapet dari guru bahasa jawa di sekolahku.
Banyak hal yang diajarkan oleh guruku,
Coba nyuk!
1.      TAHUN JAWA
Tahun jawa dan tahun masehi ada selang 78 taun, tahun jawa ada 8 yaitu:
1.      Alip
2.      Ehe
3.      Jimawal
4.      Je
5.      Gal
6.      Be
7.      Wawu
8.      Jimakir
Sisa 1 : wawu
Sisa 2 : jimakir
Sisa 3 : alip
Sisa 4 : ehe
Sisa 5: jimawal
Sisa 6 : je
Sisa 7 : gal
Sisa 0 : be
CARA MENGHITUNG :
TAHUN 2013
            2013 : 8                       = 251,625
            251 X 8                        = 2008
            2013 – 2008    = 5 (JIMAWAL)
Mudah kan ?



cerpen


OH TERNYATA .
oleh : yulita ayu cahyawulan 
 
Kuatkan aku Tuhan kuatkan.....
Menunggu hasil dari laboraturium tentang kesehatanku, bahasa tubuh orang tuaku gelisah,
Orang tuaku cemas akhir-akhir ini, aku pusing disertai muntah dan parahnya lagi aku merasa pandanganku buram padahal aku belum pernah kaya gini, apa karena lelah menjadi panitia event di sekolah
‘’kringg...kringg...kringg..  ‘ ris cepet dateng ke sekolah ada masalah nih cepet ya...’ ‘’ sms dari rita.  Dalam hati bergumnyang‘’Aduh ada pa ya? kemarin kan gak kenapa-kenapa, ada yang aneh ni, pasti rasti mau ngerjain aku, gak tau apa aku lagi sakit. Tapi kalo beneran ada masalah gimana? Okelah aku ke sekolahan. ‘’ mah.. Pah aku ke sekolahan sebentar ya ada masalah tentang event ulang tahun sekolah, sebentar aja kok, boleh yaa!!’’ tapi nak ini kan hasilnya belum keluar! Kamu gak mau nunggu dulu hasilnya ? nunggu dulu aja sebentar ya’’ tapi mah....’’ dengan cepat ayahku mengijinkanku pergi asal diantar sama pak Ujang ‘’bolehkan saja ma kan Cuma sebentar’’ aku menjawab penuh semangat ‘’sip, thanks ya dady’’
dalam perjalanan aku memikiran masalah yang terjadi di program kerja di sekolah di sisi lain aku memikirkan hasil lamboraturiumku. ‘’ non Rasti kenapa ? kok dari tadi ngelamun? Mikirin hasilnya ya?’’ aku hanya membalas dengan senyuman. Sampainya di sekolah aku dikejutkan dengan pertengaran Damar dengan Axel, ‘’ eh..eh.. jangan berantem dong kalo punya masalah diselesaikan secara baik-baik gak kaya anak kecil kaya gini, Damar membentaku’’ udah gak sok jadi pahlawan kamu, event kita berantakan, semua sponsor batalin kerja sama kita, dan pekerjaanmu untuk membuat konsep hiburan berantakan, semuanya payah!’’
Aku hanya bisa menangis, seandainya saja konsep itu tidak hilang pasti pekerjaanku sudah kelar. Tiba-tiba dari belakang Randi muncul, seseorang yang aku sukai membawa selembar konsepku yang hilang. ‘’kamu pasti nyariin kertas ini kan?’’ ,’’iya, kenapa kertas itu bisa di tangganmu?’’. Randi hanya membalas dengan senyuman. Akhirnya konsep itu aku berikan ke Damar selaku ketua event ini.
‘’dokter bagaimana hasilnya, apa ada masalah dengan kesehatan anak saya?’’. (mendesah) ‘’langsung saja, anak bapak ibu menyidap kanker otak stetadium 3 dan itu sudah sangat berbahaya.  ‘’ya Allah......... mamaku tidak kuasa menahan tangisanya mendengar hasil laboraturiumku. ‘’tolong ya pak bu rahasiakan penyakitnya ini ke anak bapak dan ibu, terkadang anak seumuran Rasty tidak bisa menerima keadaanya.’’
Matahari sudah memuncak dan waktu menunjukan pukul 06.39.’’ mah pah aku langsung berangkat ya, assalamuallaikum ‘’ , ‘’kebiasaan anak itu’’rasty bergegas berangkat ke sekolah karena ada ulangan kimia. Sesampainya di sekolah ‘’ rasty sayang akhirnya datang juga aku khawatir tahu kalo kamu gak masuk siapa nanti yang nyontekin aku kimia heheh , dasar kamu tu ta’’ mereka melepas tertawa bersama sambil berjalan menuju kelas mereka ‘’hahahah best friend forever ‘’
Saat berlangsungnya ulangan kimia tiba-tiba kepalaku pusing sekali dan rasanya aku ingin pingsan agar aku tidak merasakan rasa sakit di kepalaku. Saat aku membuka mataaku sudah berbaring di UKS sekolah dan aku melihat sesosok pria yang tinggi putih saat itu juga aku terkejut ternyata Randy menungguku dan tertidur pulas didekatku, aku tidak berani membangunkanya aku hanya memandangi wajahnya yang tidak setiap saat aku bisa melihat wajahnya yang manis itu. ‘’teettt...teeett...teeeeetttt.....’’ ternyata bel sekolah sudah berbunyi untuk pulang. Randi pun terbagun mendengar bel sekolah, ‘’ kamu sudah sadar ? udah baikan?’’ aku merasa terbang saat di Randy memperhatikan kondisiku dan tanganya tak lepas juga dari gengamanku. ‘’ oh ya.. kamu aku antar pulang sekarang , soalnya tadi aku dapet massanger dari Rita suruh nemenin kamu pulang.’’ Aku hanya tersenyum dan menjawab’’ ya’’. sepanjang jalan aku dan Randy ngombrol banyak tentang keluarga, hobbi,kesukaanya, bahkan pacar pun dibahas. Dan aku baru tahu kalo cowok seganteng Randy itu pacaran baru satu kali dan pacaraanya 5 tahun sejak 6 SD hingga pacarnya meninggal akibat kanker otak, sungguh beruntung sekali gadis itu memiliki Randy. Sampainya dirumah aku istirahat. Malamnya aku tanpa sengaja mendengar percakapan orang tuaku yang sedang membicarakan penyakit yang menyerang tubuhku, sungguh terpukulnya diriku setelah mendengar semua pembicaraan itu. Semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan penyakitku mungkinkah aku akan mati dan akupun belum bisa menikmati keremajaanku? Aku sungguh tidak menyukai situasi ini.
paginya aku sudah tidak merasakan keindahan hari itu, aku merasa galau. Aku hanya bisa menangis ‘’kenapa Tuhan beri cobaan kepadaku? Aku belum siap menerimanya’’. Pagi itu aku tidak berangkat sekolah,aku hanya dikamar merenung dan merenung. ‘’ loh kok gak berangkat sekolah? Kenapa? , aku mau mati mah, aku udah gak punya harapan lagi,, kenapa mama tega merasiakan penyakitku ini aku sungguh kecewa sama mama dan papa.’’ . Rasty cukup, mama sayang sama kamu nak, tapi mah aku mau mati dan aku sudah tidak ada gunaya lagi, tidak sayang Rasty akan tetep menjadi anak mama yang tegar dan selalu semangat menyambut hari-harinya.’’ Aku menagis dan terharu mendengar kata-kata mama, aku salah apabila aku menyalahkan orangtuaku dan keadaanku. aku akan tersenyum seolah-olah aku tidak kenal penyakitku itu. Hari-hari di sekolahan tenang-tenang saja dan mengasyikan apalagi hari-hariku aku jalani bersama sahabatku yaitu Rita dan Randy, walaupun sekarang Randy sahabatku aku sudah merasakan ada cinta yang tulus dari hatinya. Perjalananku belum berhenti sampai disitu aku melakukan pengobatan agar penyakitku sembuh, walau kata orang itu sudah mustahil dan tidak ada gunanya lagi karena penyakit ini memasuki stadium 4.
Berbagai penggobatan medis dan alternatif sudah aku jalani tapi belum menunjukan tanda-tanda keberasilan. Tapi aku tetap possitive thinking tentang kesehatanku. ‘’ tokk..tokkkk.tokk’’, siapa ya? aku sayang..... Rita sama Randy, oh.. masuk aja, kamu kenapa?’’ Rita yang menayakan keadaanku, ‘’baik kok, udah aku tuh gak papa bener deh’’. ‘’ berer loh kita tuh khawatir denganmu , hahah beeener? Kalo aku mati kalian ikut matikah?’’ Randy dan Rita langsung menjawab’’ apaan sih kamu, kamu tu ngomong apa sih!’’ aku hanya tertawa.
Setelah beberapa bulan aku lewati dengan penyakitku ini aku merasa aku mendapat beberapa hikmah yang dapat aku ambil ‘’bahwa setiap penyakit itu cobaan dari Tuhan untuk umatnya yang disayangi-Nya, mungkin awalnya aku tidak terima dengan cobaan ini tapi setelah aku menyadari semuanya bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa umatnya melewatinya. Sekarang sudah saatnya aku pergi meninggalkan semuanya, aku sudah diambang pintu menuju rumah Tuhan. Semua keluarga dan sahabatku berkumpul di depan ruang ICCU semua tinggal menunggu waktu dan mendoakankuuntuk kesembuhanku setelah selesai pengankatan jaringan-jaringan kanker otak di otaku. Walau kata dokter semua tinggal menunggu jawaban dari Tuhan.
Pintu ICCu telah dibuka sekarang giliran Rita dan Randy untuk melihat keadaanku walaupun mataku tertutup tetapi aku bisa merasa kehadiran temanku dan keluargaku, Rita tanpa sengaja meneteskan air matanya dan berkata ‘’kenapa kamu menutupi semuanya kepadaku, kamu pernah bilang kalau salah satu dari kita punya masalah alangkah baikanya cerita, tapi nyatanya kamu yang bohong sama kita Ras....tapi bagaimanapun kamu sahabatku, aku sungguh tak menyangka akan terjadi hal yang seperti ini, aku akan menjadi sahabatmu untuk selamanya sobat, bangunlah Ras....’’. Randy hanya diam dan berkata ‘’aku sayang kepadamu, aku sangat menyayangimu, tidur indah ya Rastiku sayang. Aku senang semua keluarga dan temanku berkumpul dan mengelilingiku aku bisa tenang pergi, papa mama aku sayang sama kalian aku i love u mom and dad. Semua orang menangisi kepergianku ini, terutama mama dan papaku.
Beberapa bulan kemudian, ‘’ assalamualaikum..., walaikumssalam.., eh tante... masuk dulu!, tidak usah sayang tante mau ngasih surat dari Rasty, surat ? oh makasih tante..., tante titip surat ini buat Randy ya soalnya tante gak tau rumah Randy, iya tante, siap! Makasih ya tante langsung balik ya, ati-ati tante’’.
‘’Dear Rita : pertama aku bertemu denganmu aku merasa kesal denganmu, tapi setelah kamu menolongku aku merasa salah menilaimu, dan tahukah kamu bahwa aku beruntung sekali memiliki seorang sahabat yang baik kepadaku. Aku tahu bahwa Tuhan menggariskan hidupku sampia disini, walaupun kita sudah beda dunia maukah kamu akan tetap setia menjadi sahabat sejatiku? Bila saatnya tiba kita akan bertemu..... see you good bye.... (Rasty)’’ . Rita hanya menagis dan memeluk suratku.
Paginya ‘’ Ran tunggu...., ada apa Rit ?, nih ada surat dari Rasty, Raasty.. yang bener kamu!, suer baca aja deh!, iya makasih yaa, masuk kelas yuuk!’’.
Saat jam istirahat Randy membaca suratku itu. ’Dear Randy: aku tak menyangka akan begini jadinya, kamu pasti gak pernah ngrasain apa yang aku rasakan, aku sudah cukup senang menjadi sahabatmu, maaf bila aku mempunyai rasa suka sama kamu. Kamu masih inget gak? Waktu kamu membawakanku kertas konsep yang hilang itu aku sungguh kagum denganmu, bila aku bisa memilih antara mati atau hidup pasti aku sudah memilih mati, kamu tahu kenapa? Karena aku tahu bila aku hidup aku tersiksa akan rasaku kepadamu karena aku tidak bisa memilikimu. Tuhan sudah adil kok. Aku yakin suatu saat kita pasti dipertemukan. Rasty...:)’’. Rasty terimakasih semuanya, aku akan selalu disampingmu walaupun kamu sudah di dunia yang berbeda.
Dan akhirnya aku bisa pergi dengan tenang. Inilah jalanku dan inilah liku-liku hidupku.